Segenap Manajemen dan Staff Geraidesain mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum 1432 H.

Selasa, 29 Juni 2010

8 bh. Iklan Bioskop Tempo Doeloe, th.1950 an









8 bh. Iklan Bioskop Tempo Doeloe, sekitar akhir th.1950 an.

Ini adalah iklan yang di pajang di etalase untuk display dari film yang sedang diputar.

Etalase display biasanya terletak di dekat pintu masuk bioskop.

Pemiliknya yang dulu mengatakan, ke 8 bh. iklan bioskop ini berasal dari

bioskop Astoria di Jakarta yang terkenal dengan film-film koboi nya

pada akhir th.1950 an sampai dengan th.1960 an.

Ukuran lumayan besar: 27,5 cm X 10 cm.

Terbuat dari kertas karton yang agak tebal.


Per film an di Indonesia sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda.

Film-film yang diputar di dalam bioskoop tempo dulu adalah film gagu alias bisuatau tanpa suara. Biasanya pemutaran di iringi musik orkes, yang ternyata jarang "nyambung" dengan film.


Beberapa film yang kala itu yang menjadi favorit masyarakat adalah Fantomas, Zigomar, Tom Mix, Edi Polo, Charlie Caplin, Max Linder, Arsene Lupin, dll.

Bioskop jaman dulu bermula di sekitar Lapangan Gambir (kini Monas).

Bangunan bioskop masa itu menyerupai bangsal dengan dinding dari gedek dan beratapkan kaleng/seng. Setelah selesai pemutaran film, bioskop itu kemudian dibawa keliling ke kota yang lain. Bioskop ini di kenal dengan nama Talbot (nama dari pengusaha bioskop tsb).


Bioskop lain diusahakan oleh seorang yang bernama Schwarz.

Tempatnya terletak di Kebon Jahe, Tanah Abang.

Sebelum akhirnya hancur terbakar, bioskop ini menempati

sebuah gedung di Pasar Baru. Ada lagi bioskop yang bernama De Callone

(nama pengusahanya) yang terdapat di Deca Park.

De Callone ini mula-mula adalah bioskop terbuka di lapangan,

yang di jaman sekarang disebut "misbar", gerimis bubar.

De Callone adalah cikal bakal dari bioskop Capitol yang terdapat di Pintu Air.


Bioskop-bioskop lain seperti, Elite di Pintu Air, Rex di Kramat Bunder, Cinema di Krekot, Astoria di Pintu Air, Centraal di Jatinegara, Rialto di Senen dan Tanah Abang, Surya di Tanah Abang, Thalia di Hayam Wuruk, Olimo, Orion di Glodok, Al Hambra di Sawah Besar, Oost Java di Jl. Veteran, Rembrant di Pintu Air, Widjaja di Jalan Tongkol/Pasar Ikan, Rivoli di Kramat, dan lain-lain merupakan bioskop yang muncul dan ramai dikunjungi setelah periode 1940-an.

Di Jakarta pada tahun 1951 diresmikan bioskop Metropole (yang kini bernama Megaria dan lokasinya di Menteng), berkapasitas 1.700 tempat duduk.


Untuk melihat gambar yang lebih besar/lebih jelas,

click pada gambar yang akan dilihat.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More