Segenap Manajemen dan Staff Geraidesain mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum 1432 H.

Selasa, 29 Juni 2010

Kisah roman percintaan tempo doeloe dengan latar belakang kota Djakarta di Jaman Penjajahan Jepang, Edisi th.1952









Sebuah kisah roman tempo doeloe dengan latar belakang

kota Djakarta di Jaman Penjajahan Jepang antara Nurlela dengan Ahmad.

Ayah Nurlela, pak Mohambing ditangkap dan ditahan oleh tentara pendudukan Jepang

karena dituduh sebagai kaki tangan tentara Belanda.


Di tahanan pak Mohambing berada satu sel dengan seorang Belanda

yang sudah tua dan sakit-sakitan bernama van der Heijde.

Sebelum akhirnya meninggal di sel tahanan, van der Heijde memberikan

sebuah rahasia tentang harta miliknya berisi emas dan intan permata

yang disimpan di sebuah peti yang di kubur di suatu tempat

di halaman belakang rumahnya di daerah Menteng.


Ahmad yang menyampaikan kabar kepada Nurlela dan ibunya bahwa

ayahnya ditahan tentara Jepang, akhirnya jatuh cinta pada gadis itu.

Ahmad dan Nurlela berusaha untuk mengambil harta karun yang terpendam

di rumah van der Heijde di Menteng, sayangnya rumah itu sudah di jadikan

kediaman seorang tentara Jepang / Kempetai berpangkat Letnan

yang kejam dan suka perempuan muda.

Nurlela pun menyamar sebagai babu cuci (pembantu rumah tangga)

agar bisa mengambil harta karun itu.


Kisah ini juga menceritakan keadaan di Jakarta pada masa penjajahan Jepang

dengan cukup detail, termasuk keadaan sosial dan ekonomi saat itu.

Area2 di Djakarta saat itu seperti Tanah Abang, Pasar Senen, Petojo, Sawah Besar,

Setasiun Beos / Kota dll. termasuk dalam latar belakang kisah cerita ini.


Bagaimana kelanjutan kisah percintaan antara Nurlela dengan Ahmad,

apakah akhirnya mereka duduk di pelaminan sebagai suami-isteri?

Apakah ayah Nurlela, pak Mohambing bisa keluar dari penjara dengan selamat?

Apakah harta karun peninggalan van der Heijde berhasil di ambil oleh Nurlela dan Ahmad?, silahkan ikuti langsung dari novel klasik ini.


Tebal 122 halaman

Diterbitkan oleh: P.N. Balai Pustaka

Tahun penerbitan tidak terdapat, tapi melihat dari kata pengantar oleh penulis buku ini

Bagindo Saleh, tertanggal: Djakarta, 30 Oktober 1952.

Kondisi buku: halaman lengkap, jilid utuh.


Untuk melihat gambar yang lebih besar/lebih jelas, silahkan click pada gambar yang akan dilihat.


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More